3 Juni 2012 - 03:36

Amerika Serikat menyeru Iran mengambil langkah-langkah kongkret menjelang perunidngan dengan Kelompok 5+1, di saat Washington terus meningkatkan upayanya mendesak negara-negara Barat meningkatkan boikot ilegal terharap Republik Islam.

Menurut Kantor Berita ABNA, Berbicara di Oslo, Norwegia Jumat (1/6), Menteri Luar Negeri Amerika Serikat menyatakan bahwa perundingan Kelompok 5+1 tidak bertujuan menunjukkan "keinginan dan kejujuran" Iran melainkan mengupayakan "aksi-aksi kongkret". Demikian dilaporkan Associated Press. "Washington akan menilai Iran dengan ‘aksi mereka' dan kami yang akan menentukan apakah aksi-aksi tersebut telah sesuai dengan kewajiban mereka," katanya. Iran dan Kelompok 5+1—Cina, Inggris, Perancis, Rusia, dan Amerika Serikat ditambah Jerman—mengakhiri perundingan putaran terbaru mereka di Baghdad, Irak pada 23-24 Mei lalu dan mereka sepakat melanjutkan perundingan di Moskow pada tanggal 18-19 Juni mendatang. Washington, Tel Aviv dan sejumlah sekutu mereka di Barat menuding Iran mengejar tujuan-tujuan militer dalam program nuklirnya. Amerika Serikat dan Uni Eropa juga telah memberlakukan sanksi berat terhadap Iran dan bahkan mereka menolak menjual bahan bakar kepada pesawat komersial Iran serta obat-obatan. Namun Republik Islam menolak tuduhan tersebut dan menyatakan bahwa produksi uranium yang diperkaya 20 persen adalah hak yang telah diakui oleh Badan Energi Atom Internasional (IAEA) untuk semua anggotanya. Dan sebagai penandatangan Traktat Non-Proliferasi Nuklir (NPT) serta anggota IAEA, Tehran berhak mendayagunakan teknologi nuklir untuk kepentingan damai.